5. Mengefektifkan
Posisi Tempat Duduk Siswa
Pengaturan posisi tempat duduk siswa di kelas tidaklah
netral. Pengaturan sngat berpengaruh bagi para siswa, interaksi antarmereka,
dan interaksi dengan guru. Hal ini berarti bahwa pengaturan posisi tempat duduk
siswa memberi dampak dalam proses pembelajaran. Pengatauran posisi tempat duduk
siswa dari tingkat Taman Kanak- kanak (TK) hingga SLTA sering dipandang oleh
guru hanya hal remeh, serta tidak berpengaruh terhadap kehidupan dan dinamika
kelas. Berdasarkan pengalaman maupun pengamatan dapat disimpulkan bahwa tata
letak tempat duduk siswa dalam kelas formal di sekolah pada umumnya berbentuk
format kolom dan baris (Format KB).
Kenyataan dan pemandangan demikian, artinya dalam format
KB. Merupakan pemandangan sehari – hari sepanjang masa. Tanpa kita sadari
format tempat duduk siswa sebenarnya memengaruhi pola interaksi siswa : tinggi
rendahnya interaksi siswa juga terkondisi oleh format tempat duduk : padahal
intensitas interaksi antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa dapat
mempengaruhi hasil belajar.
a. Kelemahan Format KB
Format KB bukannya tidak memiliki keunggulan. Untuk
tujuan pendidikan yang lebih mementingkan penanaman disiplin militeristik,
format KB paling efektif. Beberapa kelemahan KB adalah :
1)
Format KB mendorong guru sebagai
pengelola kelas menganut teknik berceramah
2)
Pola komunikasi kelas hanya bersifat dua
arah, yaitu antara guru dan siswa saja
3)
Multi interaksi antarsiswa kurang hidup,
akibatnya kelas cenderung bersifat pasif dan kurang responsif
4)
Kehidupan kelas sangat tergantung dan
didominasi oleh guru, akibatnya perhatian guru terhadap siswa yang tergolong
dalam level bawah kurang mendapat perhatian
5)
Rentang pandan serta perhatian guru
sangat terbatas pada siswa yang duduk dideretan depan – tengah
b. Ragam dan Format
Format posisi tempat duduk siswa sebaiknya dibuat luwes
sehingga dapat diubah – ubah sesuai kebutuhan dan persyaratan pembelajaran.
Artinya, tempat duduk siswa dapat dibentuk sesuai dengan rancangan pembelajaran
dana jenis teknik pengajaran yang dipilih guru. Harus kita akui bahwa ragam
rancangan format posisi tempat duduk siswa dapat membuahkan berbagai hasil
positif :
1)
Kebosanan dan kondisi sehari – hari
dapat diperkecil peluangnya
2)
Keakraban antarsiswa dapat ditumbuhkan
3)
Guru akan lebih mudah mengenali
kelebihan dan kelemahan tiap siswa apabila ia sering membagi kelas dalam
kelompok kecil dan selanjutnya menyatu secara bergilir dengan kelompok kecil
tersebut
4)
Dinamika kehidupan kelas akan lebih
mudah terbentuk
5)
Karena peran siswa secara kuantitatif
dan kualitatif cenderung meningkat, maka daya serap siswa menjadi lebih besar
6)
Penggunaan ragam format tempat dudukk
siswa kelas mendorong siswa saling mengetahui sifat masing – masing dengan
demikian proses sosialisasi akan terbentuk secara alamiah.
7)
Cakrawala pandang siswa lebih luas,
serta arah pandang siswa bersifat ganda dan menyebar
c. Syarat – Syarat
Peragaan
Pemilihan salah satu bentuk format tempat duduk siswa
sangat dipengaruhi oleh tujuan yang akan diraih, rancangan pembelajaran yang
telah disiapkan, dan jenis bahan ajar yang akan ditekuni siswa. Adapun format
yang dapat dipilih guru haruslah :
1)
Memiliki kemudahan untuk mengembangkan
dan memantau proses pembelajaran yang sedang berlangsung
2)
Selalu memungkinkan guru memiliki akses
untuk berkomunikasi dengan siswa
3)
Menjaga proses pembelajaran yang sedang
berlangsung
4)
Dapat menyesuaikan dengan tingkat
perkembangan psikologis siswa
5)
Menjaga asas keadilan bagi setiap siswa
6)
Terlebih dahulu dijelaskan dengan
serangkaian langkah yang seragam yang memberi petunjuk bagi tiap siswa
Bagan
Format
Kolom-Baris (KB)
|
G
|
M
= murid
Bagan
|
G
|
Bagan
Format
Lingkaran Besar
|
|
|
G
|
Bagan
Format
Lingkaran Kecil
|
|
G
Bagan
Format
Kotak Besar
|
M M M M
M
M M
M G M
M M
M M M M
M
|
Bagan
Format
Kotak Kecil
|
|
G
G
G G
6. Mengembangkan
Pemetaan Bahan
Siswa yang cerdas akan dengan mudah melakukan visualisasi
(pemetaan) atas masalah, apa yang dibaca, hasil, pertanyaan, pembicaraan dan
sebagainya. Pemetaan adalah kemampuan seorang untuk mencari yang inti, bagian
(sub), sebab, akibat dan sebagainya. Ada beberapa model pemetaan untuk melatiih
cara berpikir siswa :
a.
Pemetaan Model Sikli
Pemetaan
model ini biasanya digunakan ketika subjek ( bahan yang menjadi bahasan)
mempunyai tahap kehidupan yang sifatnya siklis
b. Pemetaan
Model Radial
Pemetaan model ini digunakan pada
saat topik utama bahan yang akan dibahas memiliki bagian yang lebih kecil atau
subbagian / subtopik
c. Pemetaan
Model Konvergen
Pemetaan model konvergen digunakan
untuk menunjukan dampak yang disebabkan oleh berbagai faktor
d. Pemetaan
Model Perbandingan
Pemetaan model perbandingan digunakan untuk
memperlihatkan dua hal atau lebih yang memiliki karakteristik atau ciri sama
dan atu berbeda. Pemetaan ini juga dapat ditunjukan dalam bentuk Venn
e. Pemetaan
Model Hierarkis
Pemetaan model hierarkis digunakan
untuk mengurai topik untama menjadi subtopik yang lebih kecil
f. Pemetaan
Model Linier
Pemetaan model linier digunakan
utuk memperlihatkan proses yang memiliki tahap awal dan tahap akhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar